IMPLEMENTASI KONSEP INTI BUDAYA POSITIF DI LINGKUNGAN SEKOLAH 

 Oleh : Bangun Sartono 

SMA NEGERI 1 NGEMPLAK BOYOLALI 

@bgnssolo



Menurut Ki Hadjar Dewantara " Tujuan Pendidikan adalah menuntun segala kodrat yang ada pada anak-anak, agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat" . Guru hadir sebagai   sosok pendidik dan pengajar  mempunyai peran penting dalam mendorong tercapainya ekosistem pendidikan yang sehat, aman dan nyaman untuk membuat murid tumbuh dan berkembang sesuai dengan kodrat alam dan zaman

Penanaman karakter yang kuat melalui penanaman budaya positif di sekolah menjadi  sangatlah penting. Semua warga sekolah pasti memiliki nilai-nilai positif sebagai kebiasaan dari nilai-nilai positif dari teladan orang tua mereka. Nilai positif ini salah satunya  terakumulasi menjadi budaya positif disekolah.

             Yang mendasari didalam penyusunan aksi nyata ini adalah  ingin membiasakan budaya positif  sebagai suatu pola pembiasaan yang secara otomatis akan  selalu mewarnai setiap perilaku maupun tutur kata seluruh warga sekolah dengan penuh kesadaran tinggi, sehingga visi sekolah dan impian sekolah akan tercapai yaitu menumbuhkan murid sebagai pemimpin masa depan mewujudkan  merdeka belajar dan tercapainya profil pelajar Pancasila. Guru tidak hanya memberi pengetahuan yang sifatnya sesaat, tapi memberikan bekal pengetahuan dan bekal pengalaman yang kelak dapat menjadi jalan bagi kesuksesannya dimasa depan.

 


Suksesnya peserta didik selama di bangku sekolah hingga berada ditengah-tengah masyarakat   sangat dipengaruhi oleh pola pendidikan yang diterimanya dan tentunya ini tidak bisa dilepaskan dari peran guru sebagai role model bagi para peserta didik.

              "Serupa seperti para pengukir yang memiliki pengetahuan mendalam  tentang keadaan kayu, jenis-jenisnya, keindahan ukiran, dan cara-cara mengukirnya. Seperti itulah seorang guru seharusnya memiliki pengetahuan mendalam tentang seni mendidik, Bedanya, Guru mengukir manusia yang memiliki hidup lahir dan batin." Sejalan dengan apa yang telah dituliskan Ki Hadjar Dewantara ini, apa yang guru berikan kepada murid, sesuatu yang kecil namun sangat dalam pengaruhnya bagi murid akan terus melekat dalam diri mereka begitu kuat mengakar dalam trapesium  usia mereka nanti. Untuk itu kita mempunyai andil yang besar dalam menguatkan potensi dan karakter murid dalam penanaman dan penerapan budaya positif di sekolah.

 


               Tujuan Aksi nyata Implementasi Konsep Inti  Budaya Positif Di Lingkungan sekolah  adalah

1. Menanamkan budaya positif yang akan menjadi bekal hidup murid  

2. Menjadikan keyakinan kelas sebagai pembiasaan yang terpola secara otomatis dan membantu mewujudkan Profil Pelajar Pancasila

3. Menciptakan proses berpikir kritis,kreatif,reflektif dan terbuka dalam menggali nilai-nilai kebajikan dari keyakinan kelas

 

Tolak ukur berhasilnya  Aksi nyata Implementasi Konsep Inti  Budaya Positif Di Lingkungan sekolah adalah

1.    Terciptanya suasana pembelajaran yang aman, nyaman, tertib dan disiplin

2.    Semua warga sekolah mampu bersinergi dalam menciptakan the being school sebagai ekosistem Pendididkan di sekolah

3.    Kegiatan Pembiasaan pengembanga budaya berjalan dengan tertib

4.    Terwujudnya profil Pelajar Pancasila

5.    Budaya positif dilakukan dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab serta berkelanjutan


 

 

 

Lini masa tindakan yang sudah dilakukan sebagai Aksi nyata Implementasi Konsep Inti  Budaya Positif Di Lingkungan Kelas adalah

1.       Memulai dari diri guru dengan memberikan role model keteladanan budaya positif

2.       Diseminasi budaya positif di sekolah kepada rekan sejawat dan stake holder

3.       Mengawali kegiatan pelibatan murid dalam membuat kesepakatan dan keyakinan kelas

4.       Melakukan Refleksi tentang kesepakatan dan keyakinan kelas yang sudah dibuat

5.        Rekan sejawat membuat kesepakatan dan keyakinan kelas di kelas masing -masing

6.        Implementasi Kesepakatan dan keyakinan kelas


           Kegiatan penanaman budaya positif di sekolah ini tentunya akan bisa berjalan dengan maksimal dan berkelanjutan dari masa ke masa jika mendapatkan dukungan dari semua stake holder termasuk kepala sekolah, komite sekolah dan wali murid, tim pengembang sekolah, rekan sejawat dan seluruh murid. Komitmen yang tinggi dalam menerapkan kesepakatan dan keyakinan kelas   nantinya akan menjadi budaya positif di sekolah dan tertanam secara kuat melalui nilai -- nilai kebajikan universal dalam kesepakatan dan keyakinan kelas yang nantinya akan tertuang   dalam visi dan misi sekolah.

 

 


Komentar

Posting Komentar

Popular