DEMONSTRASI KONTEKSTUAL

Pengambilan Keputusan Sebagai Pemimpin Pembelajaran

Oleh : Bangun Sartono, S.Pd., M.Si.

 

 

Pendidikan Guru Penggerak adalah salah satu program pemerintah  yang bertujuan untuk mengubah pola pikir guru tentang bagaimana memperlakukan murid, bagaimana memimpin pembelajaran, bagaimana manajemen sekolah, bagaiaman hubungan dengan teman sejawat dan orang tua murid, bagaimana pengambilan keputusan yang baik dan banyak lagi hal lain yang dipelajari di dalamnya. Guru yang mengikuti program ini tentu akan merasakan perubahan baru dalam dirinya, untuk mengemban tugasnya sebagai guru.

Salah satu materi dipelajari dalam program guru penggerak  adalah pengambilan keputusan. Sebagai pendidik kita sering kali diperhadapkan pada situasi dimana kita harus mengambil keputusan yang tepat. Dalam modul 3.1 ini dijelaskan, tentang dilema etika dan bujukan moral. 

Apa  dilema etika dan bujukan moral itu?  .

Dilema etika itu adalah kondisi dimana seseorang harus mengambil salah satu keputusan dari benar dan benar, ini sulit karena keduanya sama-sama benar. Dilema etika ini dikategorikan menjadi 4 paradigma pengambilan keputusan yaitu:

1.      Individu vs masyarakat, Yaitu dilema yang dialami oleh seseorang, dimana terjadi benturan antara kepentingan pribadi dengan kepentingan orang banyak.

2.      Rasa keadilan vs rasa kasihan, yaitu dilema yang dialami seseorang, dimana orang tersebut dihadapkan pada permasalahan yang melibatkan keadilan dan rasa kasihan.

3.      Kebenaran vs kesetiaan, yaitu dilema yang mengharuskan seseorang memilih antara kebenaran yang ia yakini dengan kesetiaannya.

4.      Jangka pendek vs jangka panjang, yaitu dilema yang dihadapi oleh seseorang , butuh pemikiran yang matang akan efek jangka panjang dan jangka pendek dari permasalahan tersebut.

Dalam pengambilan keputusan juga   mempertimbangkan 3 prinsip pengambilan keputusan yaitu:

1.      Berfikir berbasis hasil akhir (End Based Thingking)

2.      Berfikir Berbasis Rasa Peduli ( Care Based Thingking)

3.      Berfikir Berbasis Peraturan (Rule Based Thingking)

Tiga prinsip pengambilan keputusan tersebut dapat digunakan untuk memetakan permasalahan yang sedang terjadi, sehingga dapat meminimalisir kesalahan-kesalahan yang ada. 

Agar keputusan yang kita ambil sempurna, maka keputusan kita perlu pengujian. Dan   di dalam modul ini dipelajari ada 9 pengujian pengambilan keputusan, yaitu:

1.      Menggali nilai-nilai yang bertentangan

2.      Mengidentifiasi siapa yang terlibat

3.      mengumpulan fakta-fakta yang relevan

4.      pengujian benar atau salah

5.      Buat keputusan

6.      Identifikasi opsi trilema

7.      melakukan prinsip resolusi

8.      Paradigma pengujian benar lawan benar

9.      lihat lagi keputusan dan refleksikan.

 

 

1.      Apa rencana ke depan dalam menjalani pengambilan  keputusan yang mengandung unsur dilema etika?

2.      Bagaimana Anda bisa mengukur efektivitas pengambilan keputusan Anda?

3.      Siapa yang akan membantu atau mendampingi Anda? 

 

 

Disetiap permasalahan yang dialami di kelas/disekolah  akan dicoba dengan menerapkan konsep-konsep pengambilan keputusan. Adapun langkah-langkah yang dilakukan adalah:

1.      Melakukan diskusi ringan dengan teman sejawat saya mengenai permasalahan   yang tengah dan sering mereka hadapi di sekolah, baik dengan siswa ataupun masalah lain dalam pekerjaan

2.      Memetakan permasalahan yang sedang dihadapi atau yang sedang terjadi di sekolah, apakah termasuk dilema etika atau bujukan moral

3.      Meminta izin kepada kepala sekolah untuk mengadakan sosialisasi kepada rekan-rekan sejawat, dan mengagendakan waktu pelaksanaannya, sehingga tidak mengganggu jam wajib guru.

4.      melakukan sosialisasi kepada rekan-rekan sesama guru mengenai langkah-langkah pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran.

5.      Mendampingi teman sejawat dalam penerapan pengambilan keputusan berdasarkan dilema yang sedang mereka hadapi.

6.      melakukan evaluasi mengenai sejauh mana pemahaman teman sejawat mengenai sosialisasi yang telah dilakukan.

 

 

1.       Bagaimana Anda akan menerapkan pengambilan keputusan seperti ini pada lingkungan Anda, pada murid-murid Anda, dan pada kolega guru-guru Anda yang lain?

2.      Kapan Anda akan menerapkannya?

 

Selanjutnya rencana untuk melakukan sosialisasi ini saat tidak ada pembelajaran di sekolah kami, sehingga tidak mengganggu proses belajar mengajar

Dalam pelaksanaannya, saya akan meminta bimbingan dari pengajar praktik saya, rekan CGP yang dekat dengan sekolah saya dan Kepala sekolah saya yang kebetulan juga sebagai pengajar praktik.

Dengan adanya komunikasi yang baik, maka kami dapat berkolaborasi dan bertukar pikiran, sehingga jika nantinya saya mendapatkan kendala dalam pelaksanaannya, saya dapat menemukan solusinya melalui kegiatan diskusi dan saling berbagi pengalaman mengenai kegiatan yang sama-sama sudah kita laksanakan.



Note : buka juga link : https://www.smanila.sch.id/berita/berita-sekolah/item/177-pembelajaran-oleh-guru-penggerak-bangun-sartono,s-pd-,-m-si.html










Komentar

  1. Kembangkan terus pemahaman Bapak tentang konsep 4 paradigma, 3 prinsip, dan 9 langkah pengujian dalam pengambilan keputusan.

    BalasHapus
  2. Matur suwun Bapak... Kami berusaha membumikan dalam diri kami tentang pemahaman Dilema Etika dan Bujukan Moral.... agar dapat merubah kebiasaan menjadi lebih baik lagi....

    BalasHapus

Posting Komentar

Popular