Jurnal Refleksi Minggu
Ke-22 yang disusun dengan model 6 topi ⟮Six Thinking Hats).
Sekilas Tentang Teknik Enam Topi
Model Six Thinking Hats ⟮Teknik Enam Topi) diperkenalkan oleh Edward de Bono pada tahun 1985. Model
ini melatih kita melihat satu topik dari berbagai sudut pandang, yang
disimbolkan dengan enam warna topi. Setiap topi mewakili cara berpikir yang
berbeda; beberapa di antaranya terkadang mendominasi cara kita berpikir. Karena
itu, dengan semakin sering melatih keenam “topi”, kita akan dapat mengambil
refleksi yang lebih mendalam. Keenam topi tersebut berikut penggunaannya dalam
jurnal refleksi adalah:
- Topi putih: tuliskan informasi sebanyak-banyaknya terkait pengalaman
yang terjadi. Informasi ini harus berupa fakta; bukan opini.
- Topi merah: gambarkan perasaan Anda terkait dengan topik yang sedang
dibahas, misalnya perasaan saat mempelajari materi baru atau saat
menjalankan diskusi kelompok.
- Topi kuning: tuliskan hal-hal positif yang terkait dengan topik
tersebut.
- Topi hitam: tuliskan kendala, hambatan, atau risiko dari
tindakan/peristiwa yang sedang dibahas.
- Topi hijau: jabarkan ide-ide yang muncul setelah mengalami peristiwa
tersebut.
- Topi biru: tarik kesimpulan dari peristiwa yang terjadi, atau ambil
keputusan setelah mempertimbangkan kelima sudut pandang lainnya.
Bandingkan dengan tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya.
Minggu ini telah menginjak pada minggu ke-22,
perjalanan Pendidikan Guru Pengerak Angkatan 4 telah hampir sampai di ujung
paket Modul 3. Jurnal Refleksi Minggu Ke-22 yang saya susun dengan model 6 topi
⟮Six
Thinking Hats).
1, Topi putih ⟮fact): Elaborasi Pemahaman Modul 3.2 bersama
instruktur, Membuat rancangan aksi nyata dalam Koneksi Antar Materi yang akan
dilaksanakan. Berdiskusi dengan teman sejawat tentang hambatan strategi dalam
melaksanakan Aksi Nyata.
2. Topi merah ⟮feelings): Saya merasa
antusias belajar dan tertarik untuk menerapkan materi Pemimpin dalam
Pengelolaan Sumber Daya.
3. Topi kuning ⟮benefits): Saya memandang sesuatu dari sudut pandang pendekatan berbasis aset,
sehingga yang nampak adalah kekuatan dan kelebihan rekan, murid, potensi,
modal, dan sumber daya sekolah dan lingkungan yang siap diberdayakan untuk
mewujudkan proses pembelajaran yang mberpihak pada murid.
4. Topi hitam ⟮cautions): Menghadapi kondisi lingkungan kerja dengan karakter tidak semua suport perubahanmaka dapat ditunjukkan
dengan aksi nyata pembelajaran yang berpihak pada murid.
5. Topi hijau ⟮creativity): Saya akan lebih sering menganalisis aset yang ada, berdiskusi dengan
murid, rekan sejawat, dan kepala sekolah. Mengoptimalkan pemanfaatan aset yang
ada untuk membuat perubahan pembelajaran yang berpihak pada murid..
6. Topi biru ⟮process): Dengan melihat pada
kekuatan, potensi, dan sumber daya yang ada dan menggunakan pendekatan berbasis
aset, kita dapat membuat perubahan pembelajaran dengan mengoptimalkan pemanfaatan aset-aset yang
ada.
Komentar
Posting Komentar