EthnoPhysics Dapat menjadi Alternatif Model Pembelajaran

 

Bangun Sartono
SMA Negeri 1 Ngemplak Boyolali

Email: bang.sartono1973@gmail.com

 

 

Pendidikan adalah salah satu bidang yang terus berkembang dan mengalami perubahan seiring dengan perkembangan masyarakat. Dalam upaya menciptakan pengalaman pembelajaran yang lebih inklusif dan beragam, alternatif model pembelajaran terus dijelajahi. Salah satu model yang menarik perhatian adalah Ethnophysics, yang menggabungkan antara fisika dan pengetahuan tradisional dari berbagai budaya. Secara umum, pendidikan menghasilkan generasi yang profesional dan warga negara yang berkualitas, dimana bukan hanya generasi yang tahu tetapi juga kemauan untuk selalu belajar dan memiliki kemampuan dan nilai-nilai pribadi (Arthur, J., & Wilson, 2010). Lebih jauh lagi, secara khusus sekolah memiliki peran dalam membangun karakter dan budaya siswa, sehingga pembangunan generasi penerus secara holistik baik dari segi karakter, budaya, maupun kompetensi atau keterampilan masa depan merupakan bagian penting dari proses pendidikan.

Indonesia, sebagai negara yang kaya akan keberagaman budaya, menghadapi dampak negatif globalisasi terhadap kebudayaannya. Nilai-nilai budaya daerah dan semangat kebangsaan terkikis akibat interaksi dengan budaya luar negeri, sehingga terlihat seolah-olah identitas negara telah hilang (Danoebroto, 2012; Cancar, 2018; Aydin, 2019). Meskipun ada upaya melalui kurikulum 2013 untuk memperkenalkan siswa pada budaya, lingkungan sosial, dan alam lokal, namun upaya tersebut belum tampak cepat terwujud, terbukti dengan banyaknya siswa yang belum mengenal budaya bangsa sendiri saat ini. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan pembelajaran berbasis budaya dalam pembelajaran fisika di sekolah agar lebih relevan. Guru perlu memberikan pengalaman nyata dalam proses pembelajaran fisika yang meningkatkan pemahaman nilai-nilai budaya dan kinerja siswa, sehingga mencerminkan kemampuan mereka (Derlina, Dalle, J., Hadi, S., Mutalib, A. A., & Sumantri, 2018). Artikel ini akan membahas mengenai Ethnophysics sebagai alternatif model pembelajaran yang inovatif.

Ethnophysics adalah pendekatan pembelajaran yang mengintegrasikan pengetahuan fisika dengan pengetahuan budaya dan tradisi lokal. Ini mengakui pentingnya kearifan lokal dalam memahami fenomena fisika di sekitar kita. Ethnophysics mengajarkan siswa untuk mempelajari prinsip-prinsip fisika melalui perspektif budaya mereka sendiri, sehingga menciptakan hubungan yang lebih dalam antara ilmu pengetahuan dan budaya.

 

            Keuntungan Ethnophysics sebagai Model Pembelajaran:

  1. Memupuk Penghargaan Budaya : Ethnophysics memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengenali, menghargai, dan memahami berbagai tradisi dan kearifan lokal yang terkait dengan fisika. Ini membantu siswa mengembangkan rasa hormat terhadap budaya mereka sendiri dan budaya orang lain.
  2. Meningkatkan Keterhubungan Konsep : Dengan mengaitkan konsep fisika dengan cerita, mitos, atau praktik budaya, Ethnophysics membantu siswa membuat koneksi yang lebih kuat antara konsep-konsep fisika abstrak dengan dunia nyata. Hal ini memfasilitasi pemahaman yang lebih mendalam dan memperkuat penerapan konsep fisika dalam konteks kehidupan sehari-hari.
  3. Mendorong Berpikir Kritis dan Kreatif : Ethnophysics mendorong siswa untuk berpikir kritis dan kreatif dengan menganalisis fenomena fisika dari berbagai perspektif budaya. Ini memperluas cara berpikir siswa dan mengajak mereka untuk melihat masalah dari sudut pandang yang berbeda.
  4. Memperkaya Pengalaman Pembelajaran : Dengan memasukkan elemen budaya dan tradisional ke dalam pembelajaran fisika, Ethnophysics menciptakan pengalaman pembelajaran yang lebih menarik dan berarti bagi siswa. Mereka terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran dan melihat relevansi fisika dalam kehidupan mereka sehari-hari.

 

Kesimpulan :

 

Ethnophysics adalah alternatif model pembelajaran yang inovatif yang menggabungkan fisika dengan kearifan lokal dan tradisi budaya. Dengan mengintegrasikan aspek budaya dalam pembelajaran fisika, Ethnophysics menciptakan pengalaman pembelajaran yang lebih berarti, meningkatkan keterhubungan konsep, dan memupuk penghargaan budaya. Implementasi Ethnophysics dalam pembelajaran dapat dilakukan melalui kolaborasi dengan komunitas lokal, penggunaan cerita dan mitos budaya, eksperimen dan demonstrasi budaya, serta proyek penelitian budaya. Dengan demikian, Ethnophysics memberikan alternatif yang menarik dalam mengembangkan pemahaman siswa tentang fisika dan meningkatkan keterampilan berpikir kritis mereka.

 


Referensi

Arthur, J., & Wilson, K. (2010). In new research directions in character and values education in the UK. International Research Handbook on Values Education and Student Wellbeing.

Aydın, İ. S. (2019). mprovement of preservice Turkish teachers’ perceived writing self-efficacy beliefs. Educational Sciences.

Čančar, E. (2018). Social Media and Everyday Politics. Tim Highfield. Croatian International Relations Review.

Danoebroto, S. W. (2012). Multicultural education based mathematics learning model. Journal of Educational Foundation Development and Applications.

Derlina, Dalle, J., Hadi, S., Mutalib, A. A., & Sumantri, C. (2018). Signaling principles in interactive learning media through expert’s walkthrough. Turkish Online Journal of Distance Education. http://digilib.unimed.ac.id/id/eprint/31229

 

 

Komentar

Posting Komentar

Popular